PEMBELAJARAN
PAI YANG PARTISIPATIF
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Semester 111
Program Strata Satu (SI) Fakultas Tarbiyah
Kelompok Kelas A PAI
Mata Kuliah : Strategi Pengembangan dan Bahan Ajar PA1
Dosen :
Drs. H. Zamzuri, M, Pd.I
Disusun Oleh :
1.
FRENGKI AMANTO
2.
NGAFI KHUSNIAWATI
3.
M. IQBAL ATTOURROHMAN
4.
SITI KARIMAH
5.
SYAEFUL UMMAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) KEBUMEN
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan hidayahnya, sehingga kami telah selesai menyusun
makalah yang berjudul “Pembelajaran PAI yang
Parsitipatif” semester III SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NAHDATUL ULAMA (STAINU) Kebumen. Dalam kesempatan ini Kami mengucapkan banyak
terimakasih kepada:
1. Yth. Drs. H. Zamzuri M pd.i selaku dosen mata kuliah
Strategi Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Ajar PAI
2. Kedua orang tua yang telah mendukung Kami.
3. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah
ini masih banyak terdapat
kekurangan.
Oleh karena itu Kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.
Kebumen, …………… 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ............................................................................................... i
KATA
PENGANTAR..............................................................................................
ii
DAFTAR
ISI ........................................................................................................... iii
BAB
I : PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah .................................................................................... 1
C. Tujuan....................................................................................................... 1
BAB
II : PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pembelajaran PAI yang
Partisipatif........................................ 2
B.
Karakteristik Pembelajaran PAI yang Partisipatif.................................... 3
C. Peran Guru dalam Pembelajaran PAI yang Partisipatif............................ 3
BAB
III : PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................... 5
B.
Saran......................................................................................................... 5
DAFTAR
PUSTAKA
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang berpikir (homo sapiens). Setiap pemikirannya
dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan. Proses perkembangan berpikir
manusia tidak semudah seperti membalik telapak tangan namun membutuhkan
pemikiran yang lebih jalan lagi yang hanya bisa di tempuh lewat pendidikan.
Dengan pendidikan, seseorang bisa mengetahui banyak hal terutama dalam
bidang pengetahuan .
Istilah
pendidikan berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata”PAIS” artinya anak
dan “AGAIN” diterjemahkan mmbimbing.
Jadi paedagogie yaitu bimbingan yang di berikan pada anak. Hal ini
memberikan pengertian bahwasannya pendidikan itu sudah di berikkan pada manusia
sejak Ia lahir.
Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia pendidikan diartikan
sebagai poses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan penelitian.
Penerapan
Partisipatory learning dalam dunia pendidikan terutama dalam dunia pendidikan
islam sangat perlu di tingkatkan karena hal itu merupakan gagasan-gagasan baru
yang patut untuk di kaji dan di kembangkan lagi teori- teorinya sehingga dapat
di gunakan dalam dunia pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari Pembelajaran PAI
Yang Partisipatif ?
2.
Apa Karakteristik Pembelajaran PAI
Yang Partisipatif?
3.
Apa Saja Peran Pendidik dalam
Pembelajaran Yang Partisipatif?
C. Tujuan
1.
Sebagai Penempuh Tugasa Kelompok
Mata Kuliah “ Strategi Pembelajaran Dan Pengembangan Bahan Ajar PAI.
2. Mahasiswa mampu memperoleh gambaran
tentang Pembelajaran
PAI Yang Partisipatif.
|
|
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pembelajaran PAI yang Partisipatif
Pembelajaran
PAI yang partisipatif adalah upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran yaitu dalam tahap perencanaan program ,
pelaksanaan program, dan penilaian. Partisipasi dalam tahap perencanaan adalah
keterlibatan peserta didik dalam kegiatan mengidentifikasi kebutuhan belajar,
permasalahan, sumber- sumber atau potensi yang tersedia dan kemungkinan
hambatan dalam pembelajaran.
Partisipasi
dalam tahap pelaksanaan program kegiatan pembelajaran adalah keterlibatan
peserta didik dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar. Dimana salah
satu iklim yang kondusif untuk kegiatan belajar- mengajar adalah pembinaan
hubungan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan
kemanusiaan yang terbuka, akrab, terarah, saling menghargai, saling membantu,
dan saling belajar.
Partisipasi
dalam tahap penilaian program pembelajaran adalah keterlibatan peserta didik
dalam penilaian pelaksanaan pembelajaran maupun untuk penilaian program
pembelajaran .
Penilaian pelaksanaan
pembelajaran yang mencakup penilaian terhadap proses, hasil, dan dampak
pembelajaran.
B. Karakteristik Pembelajaran PAI yang Partisipatif
1.
Pendidik menempatkan diri pada kedudukan tidak serba mengetahui terhadap semua bahan ajar.
2.
Pendidik memainkan peran untuk membantu peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran.
3.
Pendidik melakukan motivasi terhadap peserta didik untuk berpartisipasi
dalam pembelajaran.
4.
Pendidik menempatkan dirinya sebagai peserta didik.
5.
Pendidik bersama peserta didik saling belajar.
6.
Pendidik membantu peserta didik untuk menciptakan situasi belajar yang
kondusif.
7.
Pendidik mengembangkan kegiatan pembelajaran kelompok.
8.
Pendidik mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat
berprestasi.
9.
Pendidik mendorong peserta didik untuk berupaya memecahkan permasalahan
yang di hadapi dalam kehidupannya.
C. Peran Guru dalam Pembelajaran PAI yang
Partisipatif.
Dalam
pendidikan partisipatif, peranan dan fungsi guru atau pengajar sering di sebut
dengan fasilitator. Istilah fasilitator berasal dari bahasa inggris
“Fasilitatation” yang akar katanya berasal dari bahasa latin “Fasilis"
yang mempunyai arti membuat sesuatu menjadi mudah. Secara umum fasilitation
atau fasilitasi dapat diartikan sebagai proses mempermudah sesuatu dalam
mencapai tujuan tertentu. Ditarik ke dalam dunia pendidikan berarti “melayani
dan memperlancar aktifitas belajar peserta didik dalm pembelajaran untuk mencapai
yujuan berdasarkan pengalaman”.
Sedangkan
orang yang mempermudah disebut dengan “fasilitator” atau pemandu. Menjadi
seorang fasilitataor tidaklah mudah, bukan hanya sekedar mengerti namun juga
harus melayani, memenuhi, dan memuaskan kebutuhan peserta didik. Maka untuk
menjadi fasilitator yang baik membutuhkan waktu dan pengalaman, cara yang
terbaik adalah dengan belajar sambil menerapkan (learning by doing) serta
memiliki cirri-ciri sebagai pribadi sebagai berikut :
Ø Kepribadian
yang sangat dengan kemampuan untuk menunjukkan penerimaan terhadap peserta
didik
Ø Memiliki
ketrampilan social yang baik, dengan kemampuan untuk menyatukan dan
mengendalikan keterlibatan di kelas.
Ø Sikap
mengajar yang memunculkan dan menggunakan ide-ide serta ketrampilan siswa
Ø Mengorganisasikan
kemampuan sehingga sumber daya yang ada dikelola dengan baik.
Ø Ketrampilan
untuk memperhatikan dan menyelesaikan masalah siswa
Ø Memiliki
kapasitas mempresentasikan subyek secara menarik dan antusias.
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran
PAI yang partisipatif adalah upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran yaitu dalam tahap perencanaan program ,
pelaksanaan program, dan penilaian. Partisipasi dalam tahap perencanaan adalah
keterlibatan peserta didik dalam kegiatan mengidentifikasi kebutuhan belajar,
permasalahan, sumber- sumber atau potensi yang tersedia dan kemungkinan
hambatan dalam pembelajaran.
Karakteristik
pembelajaran PAI yang partisipatif di antaranya : pendidik memainkan peran untuk membantu peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran, pendidik melakukan motivasi terhadap peserta didik
untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Sedangkan perab guru adalah sebagai
fasilitator dalam mendidik anak didiknya.
B. Saran
1. Sebagai calon guru atau pendidik, harus
mampu menerapkan baik model ataupun strategi dalam pembelajaran sehingga anak
didik dapat dengan mudah menangkap materi yang diajarkan.
2.
Sebagai calon guru harus memiliki
karakter dan kepribadian yang baik agar menjadi guru yang professional dan
patut di teladani bagi peserta didik.
DAFTAR
PUSTAKA
- Sudjana. 1993. Metode
dan Teknik Pembelajaran Partisipasi dalam Pendidikan Luar Sekolah. Bandung
: Nusantara Press
- Mulyasana. 2003.
Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Pembelajaran
Partisipatif. Bandung : Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar